Fokus pada Prioritas dan Inovasi, Desa Baruh Panyambaran Mantapkan Efisiensi APBDes 2026
- Dec 29, 2025
- Isnani Aminoto
Baruh Panyambaran– Pemerintah Desa Baruh Panyambaran menegaskan komitmennya untuk menerapkan efisiensi anggaran secara maksimal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026. Melalui serangkaian musyawarah desa yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, desa ini telah merumuskan beberapa langkah strategis untuk memastikan alokasi dana tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan warga.
Langkah efisiensi ini diambil sebagai respons proaktif terhadap potensi dinamika kebijakan keuangan, termasuk antisipasi terhadap penurunan Dana Transfer baik Dana Desa (DD) dari pusat dan Alokasi Dana Desa (ADD) dari Daerah.
Prioritas Pembangunan Berkelanjutan
Kepala Desa Baruh Panyambaran, dalam Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) penetapan RKPDes Tahun 2026, menyampaikan bahwa efisiensi bukan berarti mengurangi volume pembangunan, melainkan mengoptimalkan skala prioritas berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat.
"Fokus utama kami adalah pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan dasar dan ketahanan ekonomi lokal," ujarnya.
Beberapa prioritas yang disepakati untuk efisiensi APBDes 2026 meliputi:
- Optimalisasi BUMDes: Desa mengalokasikan penyertaan modal untuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pilar ekonomi yang diharapkan dapat menghasilkan Pendapatan Asli Desa (PADes) di masa mendatang, mengurangi ketergantungan pada dana transfer pemerintah.
- Fokus pada Ketahanan Pangan dan Stunting: Alokasi wajib untuk ketahanan pangan dan penanganan stunting tetap menjadi prioritas untuk menjamin kesehatan dan gizi masyarakat.
- Pembangunan Infrastruktur Skala Prioritas: Anggaran untuk infrastruktur diarahkan pada proyek yang memiliki urgensi tinggi dan manfaat jangka panjang, seperti penyelesaian kantor desa yang didanai melalui dana cadangan yang dibentuk sejak 2025.
- Efesiensi Operasional Pemerintahan Desa : Penggunaan anggaran dan sumber daya desa secara optimal untuk memberikan pelayanan terbaik dan mencapai tujuan pembangunan dengan biaya seminimal mungkin, menghindari pemborosan, dan meningkatkan produktivitas melalui pengelolaan keuangan yang cermat, digitalisasi, serta fokus pada program yang berdampak langsung
Transparansi dan Akuntabilitas
Selain penentuan prioritas, langkah efisiensi juga didukung oleh peningkatan transparansi. Pengelolaan keuangan desa diupayakan untuk dapat diakses publik, termasuk melalui website resmi desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah Balangan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan indikator desa anti korupsi.
"Setiap rupiah yang dibelanjakan harus akuntabel. Keterlibatan BPD dan masyarakat dalam pengawasan adalah kunci keberhasilan efisiensi anggaran ini," tambah Kepala Desa.
Dengan langkah strategis ini, Desa Baruh Panyambaran optimis dapat menghadapi tantangan fiskal tahun 2026, menjaga stabilitas pembangunan, dan terus meningkatkan kesejahteraan warganya secara mandiri dan berkelanjutan.